Friday, September 09, 2005

Myself time

Pagi ini mendapat telpon dari seorang teman dekat.
Menyarankanku untuk membaca buku Paul Coelho.
By the River Piedra I Sat Down & Wept.
Ia memahami pencarian diriku akan sesuatu & menurutnya buku itu mungkin bisa membantu.


Pertama kali mendengar nama pengarang itu udah ngga interest-karena aku sebelumnya udah baca buku karangannya yang terkenal-Sang Alkemis.
Orang2 bilang bagus. Memang artinya bagus-tapi aku capek & g terlalu interest. Terlalu banyak kiasan di sana. Surealis. Abot. Cepet bosen.
Intinya: ngga suka gitu loh.

Namun si teman ini juga sangat memahami diriku. Menurutnya gaya bahasa buku ini lain dr Alkemis, aku pasti lebih mudah untuk memahami.
So, pulang kantor aku langsung ke GA, beli buku ini & ngandok di Wendy's.
Apalagi kalo ngga pesen baked potatoe kesukaanku...hehehe.
Untung Wendy's sepi (untung bagikuy & tidak bagi mereka...hahaha).

Duduk di sofa.
Ditemani baked potatoe with brocolli n cheese serta segelas lemon tea.
Bener aja...ceritanya makin lama makin asyik.
Tentang perjumpaan sepasang kekasih, sahabat dari kecil-setelah berpisah lebih dr 10 thn. Si Gadis kecil menjadi perempuan dewasa yg mandiri, yang terbiasa dgn kehidupan tenang yang aman. Kekasihnya menjadi pemimpin spiritual yang karistmatis, menemukan suaka pada agama bagi konflik2 batinnya.
Masing2 mempunyai konflik tersendiri.
Masing2 mempunyai pemikiran berbeda - yang dibentuk dari karakter & lingkungan yang membesarkan mereka.
Novel ini tentang kedalaman cinta & pergulatan iman (ndak tau kayak apa-soalnya belum baca sampe situ..hehe).

I enjoyed my time.
Sementara si Wendy's tambah rame.
Ignore aja orang2 yg lalu lalang di situ-cuman sesekali nglirik sambil nyeruput lemon tea-ku.
Tapi lama2 ngga enak juga...lagian sofanya kurang nyaman.
Eh, ternyata cewek di belakangku juga spent time with herself.
Bedanya, lagi ngerjain kerjaan kantor kayaknya.
Sibuk ngetik2 di laptop.
Kentang wafflenya masih tertata rapi (kalo g mau kasi k aku aja mestinya-kalo kelamaan kan melempem :P)

Mungkin besok2 kalo bawa laptop sama ngeblog di Star Buck asyik juga ya [ngayal mode]. Emang laptop siapa neeeng???

6 Comments:

Anonymous Anonymous said...

Huahaha...aku sih suka banget baca The Alchemist...tapi aku baca versi Mandarinnya, pemakaian bahasanya enak sih, aku pernah liat versi Inggrisnya di internet, terus terang menurut aku ga sebagus terjemahan Mandarinnya ;) Tapi kadang soal buku emang soal selera sih...dalam The Alchemist sendiri ada bagian tentang ini kog, waktu seorang Inggris memberikan buku-bukunya untuk dibaca oleh si penggembala, si penggembala sama sekali ga interest.

Omong2 juga, mungkin juga suasana hati saat membaca berpengaruh, atao kedalaman berpikir saat kita membaca buku tersebut, singkat crita banyak yang mempengaruhi loh.
Pertama kali aku baca karangan Agatha Christie tuh waktu gua SMP, judulnya aku masih ingat sampe skrg : Pembunuhan di Malam Natal...hasilnya, aku ga sanggup baca sampe abis, ora mudeng blas, ga ngerti sama sekali alur ceritanya apa, sama sekali tak ada daya tarik.

Sampai waktu aku SMA, aku mulai coba lagi baca karangan Agatha Christie yang berjudul lain dulu, terus mulai tertarik sama tokoh Hercule Poirot, terus mulai baca serial lainnya, tapi aku menghindari Pembunuhan di Malam Natal, sampai suatu hari aku siap membacanya sampai habis, dan memahaminya. Dan saat itu aku mendapati dengan takjub sekaligus heran, kenapa ya dulu aku bisa merasa ini buku membosankan banget ????

Sekarang aku ngerti, tidak semua buku kita membacanya langsung bisa suka dan memahaminya, langsung sesuai dengan kita. Tapi juga bukan lantas berarti itu sama sekali bukan suatu buku yang bagus. Hanya masalah selera, masalah waktu, masalah tingkat pemahaman kita waktu itu saja.

Guruku disini berpesan : kita seharusnya mengulang kembali membaca buku yang sebelumnya kita baca, atau yang dulu kita sama sekali tak memahami waktu membacanya. Dan suatu waktu kita akan terkejut bagaimana kita ternyata mendapatkan pemahaman baru yang sama sekali lain akan segala sesuatunya... (hihihi...sok bijaksana nih, anyway, aku ngutip ucapan guruku aja )

Dan kurasa aku maklum kog, misalnya aja setahun lalu aku disodori The Alchemist...aku sama sekali tak mungkin menikmatinya, pertama karena kemampuan membaca Mandarinku kurang, kedua hidupku waktu itu cukup lancar...aku tak mungkin tertarik dengan hal yang ditawarkan buku ini akan pengejaran terhadap sesuatu yang tak pasti yang dilakukan oleh si penggembala tersebut.

Sama halnya so far aku belum tertarik untuk membaca buku Mandarin jenis lainnya. Anyway...sekedar info nih...sekarang aku juga lagi baca karangan Paulo Coelho yang lain. Lucu ya, bagaimana suatu kebetulan kecil bisa terjadi ;) Ntar kalo memang aku baca sampai habis dan kurasa isi buku ini memang menarik untuk dibuat tulisannya, aku bakal posting lagi di blog ku >^^<

4:52 PM  
Anonymous Anonymous said...

Oh ya...apa judulnya liv?
Aku mau baca yg lain...tapi tunggu bulan depan kali...after dapat dana segar...hehe. Ntar nanya temenku itu dulu, gampang dicerna gak, tiwas mahal2 membosankan:D

6:03 PM  
Anonymous Anonymous said...

Paulo Coelho is the coolest author I've ever known. Menurutku The Alchemist bagus banget kok. Bahasanya juga gampang dimengerti. Mungkin ada baiknya kalo kita membebaskan pikiran kita waktu baca. Dan bukannya menebak2 simbol2 ato maksud tersiratnya. Biar gak stress. :) Di The Alchemist juga ga seberapa nyimbol kok. Kayak dongeng yang bener2 "berarti".

Pinjem buku barumu dong, Jus. :D

2:56 PM  
Anonymous Anonymous said...

Udah aku posting di blog ku tuh :D abis slesai baca tulisanmu itu, aku tergelitik untuk memposting buku yang kubaca itu sendiri :D tau sendiri, aku ini ga boleh dipancing untuk menulis, kalo udah pengen ngetik...wuah..harus buru-buru dikeluarkan dah, kalo engga otakku bisa kepenuhan hihihihi...

Anyway, soal buku, cuman soal selera aja kog, dan kadang juga suatu cerita dari pengarang yang sama, belum tentu smuanya memberikan kesan mendalam bagi kita.

Tapi buku yang kubaca ini, cukup menarik kog, makanya kurokemendasikan dan kubuat tulisannya hahahaha.... cuma saja aku kan baca versi Mandarinnya, jadi yah, harap maklum saja kalau penangkapanku akan jalan ceritanya mungkin sedikit lain :)

O.ya sekedar info di Taiwan sini, The Alchemist diterbitkan dalam 2 jenis, yang satu versi org dewasa, tulisan melulu....waktu itu aku baca ini, yang gambarnya ku posting di blog ku.

Terus kapan hari liat liat toko buku...eh ternyata ada versi anak-anak / remaja gitu, dengan cover dan gambar-gambar yang lebih menarik :) jadi pengen beli...tapi harganya juga lebih mahal :D jd lupain aja dah hahahaha...

4:32 PM  
Anonymous Anonymous said...

jadi tertarik baca nih...thx for da review

4:17 PM  
Anonymous Anonymous said...

jadi tertarik baca nih...thx for da review

4:17 PM  

Post a Comment

<< Home